Disperindag Beberkan Alasan Harga Sembako di Batam Tidak Bisa Diseragamkan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menjelaskan penyebab perbedaan harga bahan pokok yang cukup mencolok di sejumlah pasar tradisional, meski menjual produk sejenis, Rabu (29/

Disperindag Beberkan Alasan Harga Sembako di Batam Tidak Bisa Diseragamkan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menjelaskan penyebab perbedaan harga bahan pokok yang cukup mencolok di sejumlah pasar tradisional, meski menjual produk sejenis, Rabu (29/7/2026). Perbedaan harga ini terlihat pada komoditas seperti ayam, beras, cabai, hingga bawang putih di Pasar Fanindo Batuaji dan Pasar Perumnas Sagulung.

Sebagai contoh, harga ayam potong beku berkisar Rp38.000-43.000 per kilogram di Pasar Fanindo, sementara di Perumnas Sagulung dijual seragam Rp38.000 per kilogram. Begitu pula beras Ayam Pelung kemasan 25 kilogram yang dibanderol Rp335.000 di Fanindo, namun hanya Rp320.000 di lokasi lain.

Disperindag menyebut perbedaan harga tersebut wajar terjadi akibat sejumlah faktor, mulai dari kualitas produk, asal pasokan, biaya distribusi, hingga beban operasional masing-masing pedagang. Salah seorang pedagang ayam goreng, Rosita, mengakui kondisi ini turut memengaruhi usahanya. "Harga beras naik, tapi kami tidak bisa menaikkan harga makanan. Kalau naik, konsumen bisa kabur," ujarnya.

Sumber: https://www.matakepri.com/detail-news/2026/07/29/35872/Disperindag-Beberkan-Alasan-Harga-Sembako-di-Batam-Tak-Bisa-Dibuat-Seragam

IKLAN728 x 90

Berita Terkait

IKLAN728 x 90

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

IKLAN728 x 90